15 Jenis Marka Jalan Yang Ada Di Indonesia Berikut Penjelasanya

jenis marka jalan

Jalan merupakan faktor penting. Jalan membawa kita dari titik A ke titik B, menghubungkan kita dengan dunia luar dan memastikan mobilitas kita. Di balik jutaan cerita yang terjadi di jalan, ada satu unsur yang sering diabaikan, yaitu “jenis marka jalan”. Walaupun terlihat seperti rambu-rambu jalan yang sederhana, namun rambu-rambu jalan ini mempunyai peranan penting dalam menjaga keselamatan, ketertiban lalu lintas dan kelancaran pergerakan di jalan.

Aspalin Construction merupakan perusaahaan jasa marka jalan akan memandu Anda melewati dunia yang mungkin terabaikan ini, membahas berbagai jenis marka jalan yang tersedia, mengungkapkan fungsinya dan mengapa penting untuk memahaminya bagi setiap pengemudi dan pejalan kaki. Mari kita mulai dengan memahami apa itu marka jalan dan mengapa marka jalan merupakan elemen penting dalam sistem lalu lintas.

Apa Itu Marka Jalan?

Marka jalan adalah rambu dan marka yang dipasang pada permukaan suatu jalan atau jalan raya. Marka memiliki berbagai bentuk, warna, dan makna yang berbeda dan digunakan untuk berbagai tujuan dalam sistem transportasi. Rambu / petunjuk jalan dirancang untuk memberikan informasi kepada pengemudi, mengatur arus lalu lintas serta menjamin ketertiban dan keselamatan di jalan. Rambu adalah bahasa jalanan yang membantu pengemudi dan pejalan kaki berkomunikasi dan berinteraksi dengan aman di lingkungan jalan raya.

Apa Saja Jenis Marka Jalan Di Indonesia?

1. Marka Lurus (Straight Line Markings)

Marka garis lurus merupakan jenis marka jalan yang paling umum dan paling dasar. Terdiri dari garis putih terus menerus yang memanjang sepanjang jalan. Garis-garis ini dimaksudkan untuk memisahkan arus lalu lintas yang berlawanan. Pengemudi yang melihat garis ini di bawah kendaraannya sebaiknya tetap berada di jalur kanan dan tidak berpindah ke jalur berikutnya.

2. Marka Putus-Putus (Dashed Line Markings)

Titik adalah garis putih yang terdiri dari ruas-ruas pendek dan putus-putus. dan digunakan untuk memisahkan jalur satu arah dan memungkinkan pengemudi bergerak dengan aman di antara jalur tersebut. Jika Anda melihat marka garis putus-putus, ini menandakan Anda diperbolehkan berpindah jalur jika diperlukan.

3. Marka Zebra (Zebra Crossings)

Garis Zebra merupakan marka jalan yang khas untuk penyeberangan pejalan kaki. Rambu zebra di kenali dari pola belang putih dan hitamnya yang menyerupai pola kulit zebra. Garis ini menunjukkan tempat yang aman bagi pejalan kaki untuk menyeberang jalan. Saat mendekati tempat penyeberangan, Anda harus mengutamakan pejalan kaki yang ingin menyeberang.

4. Garis berhenti (stop line)

Garis berhenti adalah garis putih tebal yang melintasi jalan dan menandai titik di mana pengemudi harus berhenti total ketika mendekati persimpangan. Ini merupakan rambu yang sangat penting karena mengatur lalu lintas di persimpangan. Pengendara harus berhenti di belakang garis ini dan mengutamakan kendaraan lain yang bisa lewat.

5. Marka Batas Kecepatan (Speed Limit Markings)

Marka jalan ini menunjukkan batas kecepatan yang berlaku di jalan tersebut. Biasanya marka ini menampilkan kecepatan maksimum yang di perbolehkan. Pengemudi harus menaati batas kecepatan tersebut untuk menjaga keselamatan di jalan.

6. Marka Peringatan (Warning Markings)

Rambu peringatan di gunakan untuk memberi tahu pengemudi tentang potensi bahaya atau situasi khusus di jalan. Contohnya termasuk marka jalan yang menunjukkan tikungan tajam, tempat penyeberangan hewan, jalan licin atau tanda ada kecelakaan(marka segitiga). Pengemudi harus mengambil tindakan yang tepat ketika mereka melihat tanda peringatan ini.

7. Marka Bus (Bus Lane Markings)

Marka Bus di gunakan untuk menunjukkan jalur khusus bus. Rambu ini memastikan kendaraan lain tidak memasuki jalur bus, sehingga bus dapat melaju dengan lancar dan tanpa hambatan.

8. Marka Perbatasan (Border Markings)

Garis batas adalah garis yang menandai batas suatu jalan atau properti. Marka ini juga membantu pengemudi menavigasi area tersebut dengan benar dan menjaga ketertiban lalu lintas.

9. Marka Prioritas (Priority Markings)

Garis prioritas di gunakan untuk menunjukkan kendaraan mana yang mendapat prioritas ketika memasuki suatu simpang atau persimpangan. Hal ini membantu menghindari kebingungan di persimpangan dan mengurangi risiko tabrakan.

10. Marka Tempat Parkir (Parking Markings)

Garis parkir mengidentifikasi tempat parkir di jalan. Marka ini menunjukkan di mana kendaraan dapat diparkir secara sah. Pengemudi harus mengikuti rambu-rambu ini ketika mencari tempat parkir yang tersedia.

11. Marka Jalan Rayap (Crawl Lane Markings)

Marka Jalan Rayap (Crawl Lane Markings) mengarahkan pengemudi ke jalur yang lebih lambat, biasanya di jalan raya multi-jalur dan menjamin arus lalu lintas dan keselamatan lalu lintas, terutama dalam kasus kemacetan lalu lintas.

12. Marka Perbatasan Bus (Bus Bay Markings)

Garis batas bus Tempat bus berhenti di jalan dan memastikan penumpang dapat naik dan turun dengan aman dan juga pengemudi lain tidak diperbolehkan memblokir jalur bus.

13. Marka Jalur Sepeda (Bike Lane Markings)

Marka jalur sepeda menyediakan jalur khusus bagi pengendara sepeda. Rambu ini juga memastikan pengendara sepeda mendapatkan tempat yang aman di jalan, memisahkan pesepda dari lalu lintas mobil.

14. Marka Perlintasan Kereta Api (Railroad Crossing Markings)

Marka Perlintasan Kereta Api (Railroad Crossing Markings) di gunakan pada lokasi perpotongan jalan dengan rel kereta api. Rambu ini juga memberi tahu pengemudi bahwa mereka harus berhenti ketika ada kereta yang lewat.

15. Rambu Peringatan Sekolah (Penanda Zona Sekolah)

Rambu Peringatan Sekolah Menandai Zona Sekolah di Jalan. rambu ini meminta pengemudi untuk memperlambat kecepatan dan lebih berhati-hati saat melewati zona sekolah. Keselamatan anak adalah prioritas utama di bidang ini.

Fungsi Marka Jalan

  • Panduan arah: Marka jalan memberikan panduan arah kepada pengemudi, membantu mereka mempertahankan jalur yang benar dan menghindari kebingungan di persimpangan atau pergantian jalur.
  • Batas kecepatan: Beberapa marka jalan di gunakan untuk menandai batas kecepatan di jalan tertentu, untuk memastikan pengemudi mematuhi batas kecepatan yang berlaku.
  • Prioritas lalu lintas: Marka jalan di gunakan untuk memprioritaskan lalu lintas di persimpangan dan juga membantu menghindari kecelakaan dan konflik lalu lintas.
  • Keselamatan Pejalan Kaki: Zebra cross dan penyeberangan lainnya menyediakan kawasan aman bagi pejalan kaki yang ingin menyeberang jalan. Pengemudi harus mengutamakan pejalan kaki di jalur ini.
  • Peringatan bahaya: Marka peringatan jalan di gunakan untuk memberi tahu pengemudi tentang potensi bahaya di jalan, seperti tikungan tajam, penyeberangan hewan, atau zona sekolah dan juga memperingatkan pengemudi untuk lebih berhati-hati.
  • Rambu Berhenti: Garis berhenti dan garis berhenti pada persimpangan yang mengatur berhenti. marka ini juga memastikan bahwa pengemudi berhenti total dan memberikan prioritas pada kendaraan lain.
  • Marka jalur: Marka jalur membantu pengemudi mempertahankan jalur yang benar saat berbelok atau berpindah jalur, sehingga mengurangi risiko tabrakan.

Memahami berbagai jenis marka jalan dan fungsinya merupakan langkah awal untuk menjadi pengemudi yang lebih aman dan bertanggung jawab. Penting untuk selalu menghormati dan menghormati marka jalan untuk menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman bagi semua orang.

Jadi ketika Anda sedang berkendara atau berjalan di jalan raya, luangkan waktu sejenak untuk memahami arti dari marka jalan yang Anda temui. Dengan cara ini, Anda berkontribusi dalam menjaga ketertiban dan juga keselamatan lalu lintas, serta menciptakan pengalaman lalu lintas yang lebih aman bagi semua pihak.

15 Jenis Marka Jalan Yang Ada Di Indonesia Berikut Penjelasanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas